Jumat, 20 Juli 2012

Kedewasaan diri

Diposting oleh Unknown di 10.09 1 komentar
oke, lagi-lagi randompost. Sesi curhat ya kawan-kawan;p Gue mau curhat dikit nih.... Kayanya sekarang sikap gue mulai berubah sedikit demi sedikit. Sudah mulai pada tahap menuju kedewasaan. Gue rasa semua masalah yg menghampiri hidup gue membuat gue menjadi pribadi yg lebih mandiri. Mulai dari penggunaan kata yg gue gunakan, sedikit demi sedikit gue mulai suka menggunakan bahasa yg agak berat haha. Kemudian dilihat dari segi sikap dan perilaku sejujurnya gak terlalu ada progres yg tinggi sih. Cuma gue bersyukur aja diumur gue yg masih 15 tahun ini gue sudah diberikan pengujian yg begitu banyak. Semakin banyak ujian buat gue, semakin gue akan terus berusaha untuk bangkit dan menyelesaikan ujian tersebut. Dewasanya seseorang gak bisa dilihat dari umur. Sama seperti gue, gue masih muda tapi jangan anggap pemikiran gue masih muda juga. Intinya sih gue seneng aja dengan diri gue yg sekarang. Gue seneng jadi diri gue sendiri yg sederhana.

Remembering;")

Diposting oleh Unknown di 08.28 0 komentar
ini post-an random gue yaaaaw. Entah kenapa gue lagi pengen bangettttt cerita tentang hal ini. Inilah secuil kenangan yg memiliki ruang dalam memori gue. Pada saat itu nyokap gue masih bertempat tinggal di Jakarta dan bokap gue masih tinggal di Sukatani. Ceritanya nenek gue alias mamanya nyokap gue mau membeli rumah di daerah Cikarang. Gue gatau ceritanya dengan jelas, tapi yg pasti nyokap gue dipertemukan dengan bokap gue tuh. Kaya jaman siti nurbaya aja, mereka berdua dijodohin. Kedua keluarga setuju dan mereka pun melangsungkan pernikahan. Setahun kemudian mereka memiliki seorang anak perempuan yg bernama Friska. Setelah Friska berumur 6 tahun, nyokap gue melahirkan anak kedua yg bernama Deta Dwiana alias orang yg punya blog ini. Kami hidup bahagia pada saat itu, keluarga kecil yg hangat.... Kedua orang tua dan 2 anak perempuannya yg manis. Gue masih inget banget kenangan kami pada saat itu, dan mungkin takkan pernah gue lupakan sampai nanti. Tiap hari gue dan kakak gue menceritakan berbagai permasalahan yg terjadi di sekolah kepada nyokap gue. Hal apapun itu pasti kami ungkapkan, dari yg lucu sampai yg biasa aja. Dari yg nyebelin sampai yg nyenengin... Sampai kami beranjak dewasa pun kami selalu curhat sama nyokap;) Tapi ternyata hal tak terduga terjadi.... Nyokap pergi untuk selamanya. Meninggalkan gue, cici gue, dan bokap gue. Gue merasa saat itu adalah saat paling paling curam dalam kehidupan gue. Gue ngerasa semuanya sudah berakhir. Gue stress, kenapa semua ini mesti terjadi? Gue tau takdir. Tapi kenapa takdir datangnya pada saat seperti ini? Gue jadi tambah sedih setelah mendengar bahwa acara wisuda cici gue akan diadakan bulan depan. Cici gue menangis meraung di depan tubuh nyokap gue yg sudah tak bernyawa, ia berharap nyokap gue bisa hadir dan melihatnya mengenakan kebaya dan toga pada saat wisuda nanti. Bokap gue juga gak kalah terpukulnya, ia kehilangan 2 orang yg disayanginya pada saat yg bersamaan, yaitu istrinya dan adiknya. Sejak saat itu gue, cici gue, dan bokap gue mulai menata kembali kehidupan kami tanpa nyokap....yap sekali lagi tanpa nyokap. Semua yg ada dirumah mengingatkan kami pada nyokap, sejujurnya gue lebih setuju kalo kami bertiga pindah rumah. Gue gamau semuanya terus berlarut dalam kesedihan. Mau gamau kami harus melanjutkan hidup, nyokap gue juga pasti gamau liat kami bertiga terus bersedih. Tapi pada akhirnya kami gajadi pindah rumah, kami berusaha melenyapkan semua kesedihan secara bertahap. 1 bulan 2 hari lagi tepat 1 tahun meninggalnya nyokap. Kami telah berusaha mencapai di titik ini. Sedikit demi sedikit kehidupan baru pun telah tertata tanpa nyokap gue. Kini gue sudah bisa belajar mandiri tanpa campur tangan orang tua. Dari berbagai permasalahan yg terjadi kami bertiga dapat mengambil hikmah pada setiap cobaan yg diujikan kepada kami. Gue juga sadar Tuhan pasti memberikan ujian karena dia tahu bahwa kami pasti bisa melewatinya dengan baik. Hidup ini memang selalu berputar, ada saat dimana kita harus jatuh dan harus bangkit lagi. Dan ini saatnya kami bangkit menata kehidupan yg lebih baik di masa depan. Nyokap juga pasti seneng liat anak-anaknya sama suaminya sudah mulai bisa menerima kenyataan yg terjadi;") Thanks for reading. #Randompost

Back To Nature.

Diposting oleh Unknown di 03.34 1 komentar
Ha-llo!!!!!! Maaf ya kawan-kawan, gue baru bisa ngepost entri baru lagi niccc. Maklum liburan ini gue sibuk ngurusin MOPD hehe. Oke, daripada banyak cingcong mending langsung aja dibaca postnya. MONGGO~~~~~~ Liburan semester kali ini gue gak bisa kemana-mana, karena bertepatan dengan MOPD. Seluruh pengurus OSIS menyiapkan yg terbaik untuk masa orientasi siswa yg hanya diadakan setahun sekali ini. Jadinya liburan ini gue hanya makan-tidur-nonton tv-rapat mopd-makan-nonton tv-rapat mopd-tidur. Hanya hal itulah yg gue lakukan setiap harinya (hampir). Kebetulan bokap gue mau berkunjung ke tempat para pegawainya yg gue gatau apa nama daerahnya, tapi setahu gue itu namanya daerah tambak sumur. Gue rasa gak ada salahnya ikut bokap gue kesana, toh gue juga gak ada kerjaan dirumah. Daripada bete gajelas mending refreshing cari udara segar. Akhirnya pada pukul 8.30 pagi gue dan bokap berangkat kesana, sebenernya bukan gue dan bokap aja yg pergi. Ada saudara gue yg lainnya juga, cuma mereka pergi duluan pada pukul 7 pagi. Katanya sih mau mancing dan berburu udang, soalnya kalo udah siang gitu udah gak ada. Perjalanan kesana membutuhkan waktu sekitar 1 setengah jam. Di sepanjang perjalanan gue mendapatkan pencerahan. Jadi di sepanjang jalan yg gue lewati itu banyak banget pemandangan indahnya, di kiri kanan jalan terdapat padi-padi yg masih hijau. Keren bat bat bat deh pemandangannya, angin semilir yg berhembus mengingatkan gue akan kenangan masa lalu. Eitssss tapi bukan cuma padi aja yg ada, selain padi ada juga sungai-sungai, pepohonan yg rindang dan sejuk, pokoknya banyak deh. Sekitar pukul 10 gue sampai disana. Dengan melewati jalan yg berliku-liku dan sudah rusak. Bau daerah itu sangat khas yaitu bau ikan, yap! daerah itu memang terkenal sebagai daerahnnya para nelayan kan namanya juga "tambak" sumur. Butuh perjuangan untuk sampai di rumah pegawai bokap gue itu. Melewati sungai-sungai yg ada, miring sedikit bisa tercebur nih-_- Otomatis kita sangat berhati-hati. *10 menit kemudian* Akhirnya sampai juga ditempat tujuan;D Disana ada saudara-saudara gue yg udah sampe duluan. Sepupu gue langsung ngajakin gue beristirahat di gubuk pemancingan yg tak jauh dari situ. Alhasil kita pun menuju kesana. Ternyata gubuk pemancingan itu berada diatas sungai, kita harus melewati jembatan yg tak ada pelindungnya, hanya sebuah jembatan yg terdiri dari kayu sederhana. Sejujurnya gue orangnya gak terlalu penakut untuk hal ini, tapi pas liat kebawah rasanya........karena dibawah itu langsung sungai. Dengan waspada menyebrangi jembatan itu, kami pun sampai dengan selamat. Gue langsung merebahkan diri disitu, melepaskan kepenatan yg selalu gue rasakan. Pemandangannya bagus banget, disitu gue bisa liat para nelayan yg berlalu lalang dengan perahu mereka. Banyak pepohonannya juga yg tertanam di sungai itu. Sambil merebahkan diri gue bertekad dalam diri gue.... Apabila sudah tua nanti, gue akan pindah untuk hidup di daerah pedesaan atau daerah pesisir pantai. Gue ngerasa ada sesuatu dalam diri gue yg bergejolak apabila menyatu dengan alam. Jiwa gue memanggil untuk hidup menyatu dengan alam. Sejak kecil gue emang paling suka diajakin main di pantai, sawah, ataupun semacamnya yg berhubungan dengan alam. Anak jaman sekarang kebanyakan lebih suka main di mall atau tempat tongkrongan yg gitu-gitu aja. Tapi kalo gue lebih suka main di alam terbuka. Rasanya gak bisa gue ungkapkan dengan kata-kata. Kebahagiaan itu mengalir dalam diri gue dengan sendirinya. Gue baru sadar akan ciptaan yg begitu indah ini. Gue bodoh banget baru nyadarin hal itu. Kita semua harusnya bersyukur dengan semua keindahan yg ada di sekeliling kita dan jangan merusaknya. Kita harus menjaganya, agar anak dan cucu kita suatu hari nanti dapat merasakan semua keindahan yg kita rasakan saat ini. Buat generasi muda teruslah mencintai lingkungan kita, betapa sayangnya apabila hal yg indah ini rusak begitu saja karena ulah kita juga. Ayo cintai lingkungan kita;) sekian cerita dari gue, semoga bermanfaat;D

Jumat, 20 Juli 2012

Kedewasaan diri

Diposting oleh Unknown di 10.09 1 komentar
oke, lagi-lagi randompost. Sesi curhat ya kawan-kawan;p Gue mau curhat dikit nih.... Kayanya sekarang sikap gue mulai berubah sedikit demi sedikit. Sudah mulai pada tahap menuju kedewasaan. Gue rasa semua masalah yg menghampiri hidup gue membuat gue menjadi pribadi yg lebih mandiri. Mulai dari penggunaan kata yg gue gunakan, sedikit demi sedikit gue mulai suka menggunakan bahasa yg agak berat haha. Kemudian dilihat dari segi sikap dan perilaku sejujurnya gak terlalu ada progres yg tinggi sih. Cuma gue bersyukur aja diumur gue yg masih 15 tahun ini gue sudah diberikan pengujian yg begitu banyak. Semakin banyak ujian buat gue, semakin gue akan terus berusaha untuk bangkit dan menyelesaikan ujian tersebut. Dewasanya seseorang gak bisa dilihat dari umur. Sama seperti gue, gue masih muda tapi jangan anggap pemikiran gue masih muda juga. Intinya sih gue seneng aja dengan diri gue yg sekarang. Gue seneng jadi diri gue sendiri yg sederhana.

Remembering;")

Diposting oleh Unknown di 08.28 0 komentar
ini post-an random gue yaaaaw. Entah kenapa gue lagi pengen bangettttt cerita tentang hal ini. Inilah secuil kenangan yg memiliki ruang dalam memori gue. Pada saat itu nyokap gue masih bertempat tinggal di Jakarta dan bokap gue masih tinggal di Sukatani. Ceritanya nenek gue alias mamanya nyokap gue mau membeli rumah di daerah Cikarang. Gue gatau ceritanya dengan jelas, tapi yg pasti nyokap gue dipertemukan dengan bokap gue tuh. Kaya jaman siti nurbaya aja, mereka berdua dijodohin. Kedua keluarga setuju dan mereka pun melangsungkan pernikahan. Setahun kemudian mereka memiliki seorang anak perempuan yg bernama Friska. Setelah Friska berumur 6 tahun, nyokap gue melahirkan anak kedua yg bernama Deta Dwiana alias orang yg punya blog ini. Kami hidup bahagia pada saat itu, keluarga kecil yg hangat.... Kedua orang tua dan 2 anak perempuannya yg manis. Gue masih inget banget kenangan kami pada saat itu, dan mungkin takkan pernah gue lupakan sampai nanti. Tiap hari gue dan kakak gue menceritakan berbagai permasalahan yg terjadi di sekolah kepada nyokap gue. Hal apapun itu pasti kami ungkapkan, dari yg lucu sampai yg biasa aja. Dari yg nyebelin sampai yg nyenengin... Sampai kami beranjak dewasa pun kami selalu curhat sama nyokap;) Tapi ternyata hal tak terduga terjadi.... Nyokap pergi untuk selamanya. Meninggalkan gue, cici gue, dan bokap gue. Gue merasa saat itu adalah saat paling paling curam dalam kehidupan gue. Gue ngerasa semuanya sudah berakhir. Gue stress, kenapa semua ini mesti terjadi? Gue tau takdir. Tapi kenapa takdir datangnya pada saat seperti ini? Gue jadi tambah sedih setelah mendengar bahwa acara wisuda cici gue akan diadakan bulan depan. Cici gue menangis meraung di depan tubuh nyokap gue yg sudah tak bernyawa, ia berharap nyokap gue bisa hadir dan melihatnya mengenakan kebaya dan toga pada saat wisuda nanti. Bokap gue juga gak kalah terpukulnya, ia kehilangan 2 orang yg disayanginya pada saat yg bersamaan, yaitu istrinya dan adiknya. Sejak saat itu gue, cici gue, dan bokap gue mulai menata kembali kehidupan kami tanpa nyokap....yap sekali lagi tanpa nyokap. Semua yg ada dirumah mengingatkan kami pada nyokap, sejujurnya gue lebih setuju kalo kami bertiga pindah rumah. Gue gamau semuanya terus berlarut dalam kesedihan. Mau gamau kami harus melanjutkan hidup, nyokap gue juga pasti gamau liat kami bertiga terus bersedih. Tapi pada akhirnya kami gajadi pindah rumah, kami berusaha melenyapkan semua kesedihan secara bertahap. 1 bulan 2 hari lagi tepat 1 tahun meninggalnya nyokap. Kami telah berusaha mencapai di titik ini. Sedikit demi sedikit kehidupan baru pun telah tertata tanpa nyokap gue. Kini gue sudah bisa belajar mandiri tanpa campur tangan orang tua. Dari berbagai permasalahan yg terjadi kami bertiga dapat mengambil hikmah pada setiap cobaan yg diujikan kepada kami. Gue juga sadar Tuhan pasti memberikan ujian karena dia tahu bahwa kami pasti bisa melewatinya dengan baik. Hidup ini memang selalu berputar, ada saat dimana kita harus jatuh dan harus bangkit lagi. Dan ini saatnya kami bangkit menata kehidupan yg lebih baik di masa depan. Nyokap juga pasti seneng liat anak-anaknya sama suaminya sudah mulai bisa menerima kenyataan yg terjadi;") Thanks for reading. #Randompost

Back To Nature.

Diposting oleh Unknown di 03.34 1 komentar
Ha-llo!!!!!! Maaf ya kawan-kawan, gue baru bisa ngepost entri baru lagi niccc. Maklum liburan ini gue sibuk ngurusin MOPD hehe. Oke, daripada banyak cingcong mending langsung aja dibaca postnya. MONGGO~~~~~~ Liburan semester kali ini gue gak bisa kemana-mana, karena bertepatan dengan MOPD. Seluruh pengurus OSIS menyiapkan yg terbaik untuk masa orientasi siswa yg hanya diadakan setahun sekali ini. Jadinya liburan ini gue hanya makan-tidur-nonton tv-rapat mopd-makan-nonton tv-rapat mopd-tidur. Hanya hal itulah yg gue lakukan setiap harinya (hampir). Kebetulan bokap gue mau berkunjung ke tempat para pegawainya yg gue gatau apa nama daerahnya, tapi setahu gue itu namanya daerah tambak sumur. Gue rasa gak ada salahnya ikut bokap gue kesana, toh gue juga gak ada kerjaan dirumah. Daripada bete gajelas mending refreshing cari udara segar. Akhirnya pada pukul 8.30 pagi gue dan bokap berangkat kesana, sebenernya bukan gue dan bokap aja yg pergi. Ada saudara gue yg lainnya juga, cuma mereka pergi duluan pada pukul 7 pagi. Katanya sih mau mancing dan berburu udang, soalnya kalo udah siang gitu udah gak ada. Perjalanan kesana membutuhkan waktu sekitar 1 setengah jam. Di sepanjang perjalanan gue mendapatkan pencerahan. Jadi di sepanjang jalan yg gue lewati itu banyak banget pemandangan indahnya, di kiri kanan jalan terdapat padi-padi yg masih hijau. Keren bat bat bat deh pemandangannya, angin semilir yg berhembus mengingatkan gue akan kenangan masa lalu. Eitssss tapi bukan cuma padi aja yg ada, selain padi ada juga sungai-sungai, pepohonan yg rindang dan sejuk, pokoknya banyak deh. Sekitar pukul 10 gue sampai disana. Dengan melewati jalan yg berliku-liku dan sudah rusak. Bau daerah itu sangat khas yaitu bau ikan, yap! daerah itu memang terkenal sebagai daerahnnya para nelayan kan namanya juga "tambak" sumur. Butuh perjuangan untuk sampai di rumah pegawai bokap gue itu. Melewati sungai-sungai yg ada, miring sedikit bisa tercebur nih-_- Otomatis kita sangat berhati-hati. *10 menit kemudian* Akhirnya sampai juga ditempat tujuan;D Disana ada saudara-saudara gue yg udah sampe duluan. Sepupu gue langsung ngajakin gue beristirahat di gubuk pemancingan yg tak jauh dari situ. Alhasil kita pun menuju kesana. Ternyata gubuk pemancingan itu berada diatas sungai, kita harus melewati jembatan yg tak ada pelindungnya, hanya sebuah jembatan yg terdiri dari kayu sederhana. Sejujurnya gue orangnya gak terlalu penakut untuk hal ini, tapi pas liat kebawah rasanya........karena dibawah itu langsung sungai. Dengan waspada menyebrangi jembatan itu, kami pun sampai dengan selamat. Gue langsung merebahkan diri disitu, melepaskan kepenatan yg selalu gue rasakan. Pemandangannya bagus banget, disitu gue bisa liat para nelayan yg berlalu lalang dengan perahu mereka. Banyak pepohonannya juga yg tertanam di sungai itu. Sambil merebahkan diri gue bertekad dalam diri gue.... Apabila sudah tua nanti, gue akan pindah untuk hidup di daerah pedesaan atau daerah pesisir pantai. Gue ngerasa ada sesuatu dalam diri gue yg bergejolak apabila menyatu dengan alam. Jiwa gue memanggil untuk hidup menyatu dengan alam. Sejak kecil gue emang paling suka diajakin main di pantai, sawah, ataupun semacamnya yg berhubungan dengan alam. Anak jaman sekarang kebanyakan lebih suka main di mall atau tempat tongkrongan yg gitu-gitu aja. Tapi kalo gue lebih suka main di alam terbuka. Rasanya gak bisa gue ungkapkan dengan kata-kata. Kebahagiaan itu mengalir dalam diri gue dengan sendirinya. Gue baru sadar akan ciptaan yg begitu indah ini. Gue bodoh banget baru nyadarin hal itu. Kita semua harusnya bersyukur dengan semua keindahan yg ada di sekeliling kita dan jangan merusaknya. Kita harus menjaganya, agar anak dan cucu kita suatu hari nanti dapat merasakan semua keindahan yg kita rasakan saat ini. Buat generasi muda teruslah mencintai lingkungan kita, betapa sayangnya apabila hal yg indah ini rusak begitu saja karena ulah kita juga. Ayo cintai lingkungan kita;) sekian cerita dari gue, semoga bermanfaat;D
 

STΔЯ princess(ʃ⌣ƪ⌣)♥ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos